wptemplates.org
RSS Feed

Selasa, 20 September 2011

kenapa,,dengan AlamQ

Membaca tanda-tanda
Oleh: Taufiq Ismail

Ada sesuatu yang rasanya mulai lepas dari tangan dan

Meluncur lewat sela-sela jari kita

Ada sesuatu yang mulanya tak begitu jelas

Tapi, kini kita telah mulai merindukanya
Kita saksikan udara abu-abu warnanya
Kita saksikan air danau yang semakin surut tampaknya
Burug-burung kecil tak lagi berkicau di pagi hari
Hutan kehilangan ranting
Ranting kehilangan daun
Daun kehilangan dahan
Dahan kehilangan hutan

Kita saksikan gunung memompa abu
Abu membawa batu
Batu membawa lindu
Lindu membawa longsor
Longsor membawa banjir
Banjir membawa air
Air mata

Kita telah saksikan seribu tanda-tanda

Bisakah kita membaca tanda-tanda

Kamis, 04 Agustus 2011


Cara Atasi Kekurangan Cairan Saat Puasa


Saat menjalankan ibadah puasa, tubuh tidak akan mendapatkan asupan makanan dan minuman. Dalam kondisi seperti itu, sangat wajar jika seorang yang sedang berpuasa merasa haus, apalagi bila ia beraktivitas di luar ruangan. Rasa haus merupakan sinyal bahwa tubuh mengalami defisit cairan. Dalam kondisi haus, tubuh sebenarnya memiliki mekanisme alami yang mengatur keseimbangan cairan dalam tubuh. Namun begitu, untuk mencegah terjadinya dehidrasi, sangat penting artinya bagi mereka yang menjalankan puasa untuk memerhatikan pemenuhan kebutuhan cairan. "Ketika kita haus, maka dalam batas tertentu tubuh mempunyai mekanisme menghemat pengeluaran, terutama menghemat pengeluaran urin atau air kencing. Proses tersebut terjadi melalui pengaturan keseimbangan air tubuh," kata Prof. Dr. Hardinsyah. MS, Gurus Besar Departemen Gizi Masyarakat Fakultas Ekologi Manusia (FEMA), Institut Pertanian Bogor (IPB), Kamis, (4/8). Hardinsyah menjelaskan, sekitar dua pertiga dari berat badan manusia adalah air. Air dalam tubuh manusia dibagi menjadi dua, yakni yang berada di dalam sel (cairan intrasel), dan di luar sel (cairan ekstrasel). Pada orang dewasa sekitar 60 persen cairan tubuh adalah cairan intrasel, dan 40 persen cairan ekstrasel. Lantas, bagaimana cara untuk menyiasati supaya kebutuhan cairan dalam tubuh tetap terpenuhi saat puasa? Hardinsyah menjelaskan, dalam kondisi normal, kebutuhan air saat berpuasa sebenarnya relatif sama saat seseorang tidak puasa. Pemenuhan kebutuhan cairan bagi yang berpuasa didapat melalui asupan atau konsumsi minuman makanan berkuah, yakni sejak berbuka (magrib) sampai menjelang imsak (terbit fajar). "Secara umum, jumlahnya bagi orang dewasa adalah 2 liter (8 gelas) minuman sehari, terutama air putih. Jumlah ini dapat dipenuhi dengan minum 1 gelas saat berbuka, 2 gelas saat makan malam, 2 gelas antara makan malam dan menjelang tidur, dan 1 gelas sebelum sahur, dan 1 gelas saat, atau setelah sahur sebelum imsak. Satu gelas lagi dapat berupa satu mangkok sedang makanan berkuah pada saat bebuka (misal kolak atau jus buah atau koktail) atau satu mangkok sedang sup, soto atau sayur bening saat makan sahur," bebernya. Hardinsyah mengungkapkan, pada orang-orang yang lebih menyukai minum teh, susu, atau kopi, maka 1-2 gelas air putih bisa diganti dengan jus, susu, teh, atau kopi. Dia juga menyarankan, jus yang kental sebaiknya diminum setelah berbuka. Sementara untuk susu, teh dan kopi bisa diminum sebagai selingan antara makan malam dan menjelang tidur. Dalam dan luar ruangan Kebutuhan akan air bagi mereka yang bekerja ringan di kantor berbeda dengan orang yang bekerja berat di lapang yang panas. Pengeluaran air tubuh bagi orang yang bekerja di lapangan yang panas akan lebih banyak melalui penguapan, pernafasan dan keringat dibanding orang yang kerja ringan dikantor. Menurut Hardinsyah, peningkatan suhu lingkungan satu derajat Celcius dari suhu normal dapat meningkatkan sekitar 10 persen atau sekitar satu gelas kebutuhan air, belum lagi karena perbedaan aktivitas. Ia mencontohkan kebutuhan cairan akibat perbedaan suhu lingkungan kerja sekitar 8 derajat celsius. Suhu 20 derajat di ruang AC dengan aktivitas ringan (banyak duduk) dibanding dengan suhu lingkungan kerja 28 derajat dengan aktivitas berat (banyak bergerak dan kerja otot) akan menyebabkan kebutuhan air tubuh berbeda sampai tiga liter air minum. "Oleh karena itu, pada saat berpuasa sebaiknya diminimalkan bekerja pada suhu terik matahari dan berkucuran keringat," jelasnya. Sementara itu, pada suhu dingin, air tubuh umumnya akan banyak keluar melalui permukaan kulit. Untuk mengatasinya, bisa menggunakan pakaian yang menutupi permukaan kulit tubuh termasuk tangan dan kaki, dan gunakan pelembab wajah atau kulit muka. Puasa momentum detoksifikasi Puasa menurut Hardinsyah bisa juga dimanfaatkan sebagai momentum untuk melakukan detoksifikasi (detoks) atau pembersihan racun dari tubuh. Untuk tujuan detoks maka diperlukan minum lebih banyak, dan diutamakan air putih atau air putih diselingi teh hijau atau jus buah segar tanpa gula atau youghurt. "Bila pada umumnya kebutuhan air seorang dewasa muda adalah 8 gelas (2 liter) sehari maka saat puasa sambil detoks dianjurkan 9-11 gelas sehari," katanya. Untuk pola konsumsinya, menurut Hardinsyah, bisa dilakukan dengan minum 1-2 gelas saat berbuka, 2-3 gelas saat makan malam, 2-3 gelas antara makan malam dan menjelang tidur, 1 gelas sebelum sahur, dan 2 gelas saat dan setelah sahur sebelum imsak. "Minumlah secara perlahan, jangan tergesa-gesa," tambahnya.

Sumber : kompas.com

Kamis, 28 Juli 2011

UPGRADE BEM FKM 2011



Rabu, 27 Juli 2011... BEM FKM UAD mengadakan upgade yang dilaksanakan di Pantai Kwaru Srandakan Bantul Yogyakarta. Upgrade tersebut dilaksanakan dengan tujuan untuk memberikan motivasi kepada para anggota BEM agar tetap semangat dalam menjalankan programnya dan tidak hanya menuntut keeksisan saja,, hehe :)

Dalam acara upgrade tersebut, ada banyak games yang diberikan untuk para peserta yang tujuannya adalah untuk membangkitkan semangat, kerjasama, kebersamaan dan
kekompakkan. to be continued

Sabtu, 02 Juli 2011

AKSI HANI (Hari Anti Narkoba Internasional)

Dalam rangka memperingati HANI (Hari Anti Narkoba Internasional) yang tepat jatuh pada tanggal 26 Juni 2011, maka BEM FKM UAD bersama ISMKMI mengadakan aksi berupa pembagian stiker dan penempelan poster HANI di kampus 3 UAD pada tanggal 28 Juni 2011. Aksi tersebut dipimpin oleh Gubernur FKM tercinta Zly Wahyuni yang menghimbau agar para mahasiswa tidak hanya FKM dapat menghindari yang namanya "NARKOBA".

Para anggota BEM FKM dan mahasiswa yang berpartisipasi dalam aksi tersebut berkeliling kampus 3 UAD untuk membagikan stiker kepada para mahasiswa. Ternyata para mahasiswa pun cukup antusias dengan adanya HANI ini. Tujuan aksi HANI tersebut adalah untuk mensosialisasikan pada para mahasiswa akan bahaya narkoba dan Semoga Semua Mahasiswa UAD bebas dari Narkoba. Aminnn

HIDUP MAHASISWA!!!!

Minggu, 19 Juni 2011

PELANTIKAN PENGURUS BEM FKM PERIODE 2011/ 2012


Tanggal 14 Juni 2011 tepatnya pukul 17.00 di ruang 211 telah dilaksanakan pelantikan pengurus BEM FKM periode 2011/ 2012. Adapun saksi dalam pelantikan itu adalah Ibu wakil Dekan FKM Ibu Rosyidah dan Ketua DPM FKM Sungging Ginanjar. Dalam pelantikan tersebut pengurus mengucapkan janji pengurus BEM yang dipimpin oleh Gubernur BEM FKM yaitu Zly Wahyuni. Setelah pelantikan tersebut, diadakan Raker (Rapat Kerja). Dalam Raker tersebut setiap dinas menyusun program kerja masing- masing. Karena waktu sudah terlalu larut malam maka raker dilanjutkan hari Kamis tanggal 16 Juni 2011. Dan hari kamis raker dan penyusunan program masing- masing dinas disetujui dan disahkan.



Jumat, 10 Juni 2011

Pemanasan Global

Pemanasan global adalah adanya proses peningkatan suhu rata-rata atmosfer, laut, dan daratan Bumi. Suhu rata-rata global pada permukaan Bumi telah meningkat 0.74 ± 0.18 °C (1.33 ± 0.32 °F) selama seratus tahun terakhir. Intergovernmental Panel on Climate Change (IPCC) menyimpulkan bahwa, “sebagian besar peningkatan suhu rata-rata global sejak pertengahan abad ke-20 kemungkinan besar disebabkan oleh meningkatnya konsentrasi gas-gas rumah kaca akibat aktivitas manusia” melalui efek rumah kaca. Kesimpulan dasar ini telah dikemukakan oleh setidaknya 30 badan ilmiah dan akademik, termasuk semua akademi sains nasional dari negara-negara G8.

Meningkatnya suhu global diperkirakan akan menyebabkan perubahan-perubahan yang lain seperti naiknya permukaan air laut, meningkatnya intensitas fenomena cuaca yang ekstrim, serta perubahan jumlah dan pola presipitasi. Akibat-akibat pemanasan global yang lain adalah terpengaruhnya hasil pertanian, hilangnya gletser, dan punahnya berbagai jenis hewan.

Beberapa hal-hal yang masih diragukan para ilmuan adalah mengenai jumlah pemanasan yang diperkirakan akan terjadi di masa depan, dan bagaimana pemanasan serta perubahan-perubahan yang terjadi tersebut akan bervariasi dari satu daerah ke daerah yang lain. Hingga saat ini masih terjadi perdebatan politik dan publik di dunia mengenai apa, jika ada, tindakan yang harus dilakukan untuk mengurangi atau membalikkan pemanasan lebih lanjut atau untuk beradaptasi terhadap konsekwensi-konsekwensi yang ada. Sebagian besar pemerintahan negara-negara di dunia telah menandatangani dan meratifikasi Protokol Kyoto, yang mengarah pada pengurangan emisi gas-gas rumah kaca.

Pengendalian Pemanasan Global

Kerusakan yang parah dapat diatasi dengan berbagai cara. Daerah pantai dapat dilindungi dengan dinding dan penghalang untuk mencegah masuknya air laut. Cara lainnya, pemerintah dapat membantu populasi di pantai untuk pindah ke daerah yang lebih tinggi. Beberapa negara, seperti Amerika Serikat, dapat menyelamatkan tumbuhan dan hewan dengan tetap menjaga koridor (jalur) habitatnya, mengosongkan tanah yang belum dibangun dari selatan ke utara. Spesies-spesies dapat secara perlahan-lahan berpindah sepanjang koridor ini untuk menuju ke habitat yang lebih dingin.

Ada dua pendekatan utama untuk memperlambat semakin bertambahnya gas rumah kaca. Pertama, mencegah karbon dioksida dilepas ke atmosfer dengan menyimpan gas tersebut atau komponen karbon-nya di tempat lain. Cara ini disebut carbon sequestration (menghilangkan karbon). Kedua, mengurangi produksi gas rumah kaca.

Kamis, 14 April 2011

Kongres KM FKM 2011

Alhamdulillahhirobbil 'alamin. Kepengurusan BEM FKM 2010 telah berakhir dan telah dilaksanakan serah terima jabatan dari Gubernur Lama (Eirene Shinta Valevi) kepada Gubernur dan wakil Gubernur terpilih (Zly Wahyuni-Abudzar Al-Ghifari). Semoga Gubernur Terpilih dapat menjalankan amanah.
 
Share