wptemplates.org
RSS Feed

Minggu, 02 Oktober 2011

Workshop TCN, Jember 24-25 September

Jum’at-Senin 23-26 September 2011 diselenggarakan rangkaian kegiatan Workshop Tobacco Control dan pembentukan tim Tobacco Control Nasional ISMKMI. Kegiatan ini dihadiri oleh 18 institusi kesehatan masyarakat se-Indonesia yakni UNAND, UI, UMJ, UHAMKA, UNSIL, UPN Veteran Jakarta, UNMUL, UIN Syahid, UNDIP, UNIKAL, UNIMUS, UMS, UAD, SSG, UNAIR, UNEJ, UNUD, STRADA Kediri, dan UNHAS. Tuan rumah kegiatan ini adalah Universitas Jember. Kegiatan ini diselenggarakan sebagai langkah awal dalam merumuskan arahan dan gerakan bersama terkait pengendalian tembakau. Kegiatan diawali dengan Brainstorming, Konsolidasi awal dan Urgensi TCN oleh Koordinator Nasional Sementara TCN (Tobacco Control Nasional) di Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Jember.


Workshop TCN dibuka oleh Pembantu Rektor III Universitas Jember, Drs. Andang Subaharianto, M.Hum pada hari sabtu (24/09/2011) di Aula gedung Soetardjo Univesitas Jember dan workshop berlangsung selama 2 hari, 24-25 September 2011. Kegiatan yang dilaksanakan berupa pelatihan, diskusi aktif, dan pengesahan Pokja Tobacco Control Nasional (TCN) iSMKMI. Pengesahan TCN ini diharapkan akan mampu mewujudkan persatuan dan kesatuan mahasiswa yang untuk bergerak dalam TC (Tobacco Control) atau pengendalian tembakau.

Kegiatan dimulai dengan pemberian pelatihan oleh DR.Dr.Widyastuti Wibisana, MSC (PH) dengan sub tema Urgensi Tobacco Control di Indonesia. “Pengendalian tembakau di Indonesia sangat urgen karena tembakau selain berbahaya bagi kesehatan, juga sangat merugikan sosio-ekonomi dan mengancam kemiskinan berkelanjutan”, demikian ungkap Widyastuti.

Kegiatan dilanjutkan pada malam hari dengan agenda Pemilihan Koor.TCN. Dari hasil musyawarah forum, ditetapkanlah Dwi Permadi dari FKM Universitas Diponegoro angkatan 2009 sebagai koor.TCN, dengan anggota kepengurusan terdiri dari 13 orang yang berasal dari delegasi institusi anggota ISMKMI.

Dwi Permadi, Koordinator TCN Nasional ISMKMI periode 2011-2013

Pada tanggal (25/09/2009) kegiatan dilanjutkan dengan workshop season IV dengan tema Sikap dan Gerakan FKM UNEJ (Universitas Jember) terhadap Pengendalian Tembakau oleh Irma Prasetyowati, S.KM.,M.Kes. Dilanjutkan dengan materi bertemakan Peran Mahasiswa dalam Gerakan Tobacco Control di Indonesia dengan pembicara Dr. Santi Martini, dr., M.Kes dan Sri Widiati S.Sos., M.Si, kemudian dilanjutkan dengan pemutaran film oleh Hery Chairiansyah dari KPAI (Komisi Perlindungan Anak Indonesia). Film berisi tentang Rokok pada anak-anak dan remaja sebagai target konsumen jangka panjang kemudian dilanjutkan dengan Focus Group Discussion sebagai lanjutan materi dari Hery Chairiansyah dengan tema Membangun Strategi Gerakan Mahasiswa dalam Tobacco Control.

Pada sorenya dilanjutkan dengan pembentukan kepengurusan TCN dan perumusan Proker TCN di Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Jember. Berdasarkan hasil musyawarah diputuskan kepengurusan TCN terdiri atas Koor TCN, Sekben (sekretaris bendahara), direktorat advokasi, direktorat pengabdian masyarakat dan direktorat infokom, dengan program kerja yaitu advokasi kebijakan, isu-isu rokok, bahaya rokok, dan penyuluhan kepada siswa/i SMP dan SMA di Indonesia tentang KTR.

Tanggal (26/09/2011) acara dilanjutkan dengan terjun kelapangan dengan bersilaturahmi ke MARGATANI 1 di Pendopo desa Tanjungrejo, Kecamatan Wuluhan, Jember. Kegiatan ini merupakan tukar informasi antara anggota ISMKMI dengan masyarakat Desa setempat, dengan penyuluhan tentang Green Tobacco Sickness (GTS) dilanjutkan dengan melihat proses pengolahan tembakau. (Rinul, Pokja ISMKMI UAD-Zly, Jaringan Komunikasi ISMKMI)

(Foto bersama petani tembakau)

Selasa, 20 September 2011

kenapa,,dengan AlamQ

Membaca tanda-tanda
Oleh: Taufiq Ismail

Ada sesuatu yang rasanya mulai lepas dari tangan dan

Meluncur lewat sela-sela jari kita

Ada sesuatu yang mulanya tak begitu jelas

Tapi, kini kita telah mulai merindukanya
Kita saksikan udara abu-abu warnanya
Kita saksikan air danau yang semakin surut tampaknya
Burug-burung kecil tak lagi berkicau di pagi hari
Hutan kehilangan ranting
Ranting kehilangan daun
Daun kehilangan dahan
Dahan kehilangan hutan

Kita saksikan gunung memompa abu
Abu membawa batu
Batu membawa lindu
Lindu membawa longsor
Longsor membawa banjir
Banjir membawa air
Air mata

Kita telah saksikan seribu tanda-tanda

Bisakah kita membaca tanda-tanda

Kamis, 04 Agustus 2011


Cara Atasi Kekurangan Cairan Saat Puasa


Saat menjalankan ibadah puasa, tubuh tidak akan mendapatkan asupan makanan dan minuman. Dalam kondisi seperti itu, sangat wajar jika seorang yang sedang berpuasa merasa haus, apalagi bila ia beraktivitas di luar ruangan. Rasa haus merupakan sinyal bahwa tubuh mengalami defisit cairan. Dalam kondisi haus, tubuh sebenarnya memiliki mekanisme alami yang mengatur keseimbangan cairan dalam tubuh. Namun begitu, untuk mencegah terjadinya dehidrasi, sangat penting artinya bagi mereka yang menjalankan puasa untuk memerhatikan pemenuhan kebutuhan cairan. "Ketika kita haus, maka dalam batas tertentu tubuh mempunyai mekanisme menghemat pengeluaran, terutama menghemat pengeluaran urin atau air kencing. Proses tersebut terjadi melalui pengaturan keseimbangan air tubuh," kata Prof. Dr. Hardinsyah. MS, Gurus Besar Departemen Gizi Masyarakat Fakultas Ekologi Manusia (FEMA), Institut Pertanian Bogor (IPB), Kamis, (4/8). Hardinsyah menjelaskan, sekitar dua pertiga dari berat badan manusia adalah air. Air dalam tubuh manusia dibagi menjadi dua, yakni yang berada di dalam sel (cairan intrasel), dan di luar sel (cairan ekstrasel). Pada orang dewasa sekitar 60 persen cairan tubuh adalah cairan intrasel, dan 40 persen cairan ekstrasel. Lantas, bagaimana cara untuk menyiasati supaya kebutuhan cairan dalam tubuh tetap terpenuhi saat puasa? Hardinsyah menjelaskan, dalam kondisi normal, kebutuhan air saat berpuasa sebenarnya relatif sama saat seseorang tidak puasa. Pemenuhan kebutuhan cairan bagi yang berpuasa didapat melalui asupan atau konsumsi minuman makanan berkuah, yakni sejak berbuka (magrib) sampai menjelang imsak (terbit fajar). "Secara umum, jumlahnya bagi orang dewasa adalah 2 liter (8 gelas) minuman sehari, terutama air putih. Jumlah ini dapat dipenuhi dengan minum 1 gelas saat berbuka, 2 gelas saat makan malam, 2 gelas antara makan malam dan menjelang tidur, dan 1 gelas sebelum sahur, dan 1 gelas saat, atau setelah sahur sebelum imsak. Satu gelas lagi dapat berupa satu mangkok sedang makanan berkuah pada saat bebuka (misal kolak atau jus buah atau koktail) atau satu mangkok sedang sup, soto atau sayur bening saat makan sahur," bebernya. Hardinsyah mengungkapkan, pada orang-orang yang lebih menyukai minum teh, susu, atau kopi, maka 1-2 gelas air putih bisa diganti dengan jus, susu, teh, atau kopi. Dia juga menyarankan, jus yang kental sebaiknya diminum setelah berbuka. Sementara untuk susu, teh dan kopi bisa diminum sebagai selingan antara makan malam dan menjelang tidur. Dalam dan luar ruangan Kebutuhan akan air bagi mereka yang bekerja ringan di kantor berbeda dengan orang yang bekerja berat di lapang yang panas. Pengeluaran air tubuh bagi orang yang bekerja di lapangan yang panas akan lebih banyak melalui penguapan, pernafasan dan keringat dibanding orang yang kerja ringan dikantor. Menurut Hardinsyah, peningkatan suhu lingkungan satu derajat Celcius dari suhu normal dapat meningkatkan sekitar 10 persen atau sekitar satu gelas kebutuhan air, belum lagi karena perbedaan aktivitas. Ia mencontohkan kebutuhan cairan akibat perbedaan suhu lingkungan kerja sekitar 8 derajat celsius. Suhu 20 derajat di ruang AC dengan aktivitas ringan (banyak duduk) dibanding dengan suhu lingkungan kerja 28 derajat dengan aktivitas berat (banyak bergerak dan kerja otot) akan menyebabkan kebutuhan air tubuh berbeda sampai tiga liter air minum. "Oleh karena itu, pada saat berpuasa sebaiknya diminimalkan bekerja pada suhu terik matahari dan berkucuran keringat," jelasnya. Sementara itu, pada suhu dingin, air tubuh umumnya akan banyak keluar melalui permukaan kulit. Untuk mengatasinya, bisa menggunakan pakaian yang menutupi permukaan kulit tubuh termasuk tangan dan kaki, dan gunakan pelembab wajah atau kulit muka. Puasa momentum detoksifikasi Puasa menurut Hardinsyah bisa juga dimanfaatkan sebagai momentum untuk melakukan detoksifikasi (detoks) atau pembersihan racun dari tubuh. Untuk tujuan detoks maka diperlukan minum lebih banyak, dan diutamakan air putih atau air putih diselingi teh hijau atau jus buah segar tanpa gula atau youghurt. "Bila pada umumnya kebutuhan air seorang dewasa muda adalah 8 gelas (2 liter) sehari maka saat puasa sambil detoks dianjurkan 9-11 gelas sehari," katanya. Untuk pola konsumsinya, menurut Hardinsyah, bisa dilakukan dengan minum 1-2 gelas saat berbuka, 2-3 gelas saat makan malam, 2-3 gelas antara makan malam dan menjelang tidur, 1 gelas sebelum sahur, dan 2 gelas saat dan setelah sahur sebelum imsak. "Minumlah secara perlahan, jangan tergesa-gesa," tambahnya.

Sumber : kompas.com

Kamis, 28 Juli 2011

UPGRADE BEM FKM 2011



Rabu, 27 Juli 2011... BEM FKM UAD mengadakan upgade yang dilaksanakan di Pantai Kwaru Srandakan Bantul Yogyakarta. Upgrade tersebut dilaksanakan dengan tujuan untuk memberikan motivasi kepada para anggota BEM agar tetap semangat dalam menjalankan programnya dan tidak hanya menuntut keeksisan saja,, hehe :)

Dalam acara upgrade tersebut, ada banyak games yang diberikan untuk para peserta yang tujuannya adalah untuk membangkitkan semangat, kerjasama, kebersamaan dan
kekompakkan. to be continued

Sabtu, 02 Juli 2011

AKSI HANI (Hari Anti Narkoba Internasional)

Dalam rangka memperingati HANI (Hari Anti Narkoba Internasional) yang tepat jatuh pada tanggal 26 Juni 2011, maka BEM FKM UAD bersama ISMKMI mengadakan aksi berupa pembagian stiker dan penempelan poster HANI di kampus 3 UAD pada tanggal 28 Juni 2011. Aksi tersebut dipimpin oleh Gubernur FKM tercinta Zly Wahyuni yang menghimbau agar para mahasiswa tidak hanya FKM dapat menghindari yang namanya "NARKOBA".

Para anggota BEM FKM dan mahasiswa yang berpartisipasi dalam aksi tersebut berkeliling kampus 3 UAD untuk membagikan stiker kepada para mahasiswa. Ternyata para mahasiswa pun cukup antusias dengan adanya HANI ini. Tujuan aksi HANI tersebut adalah untuk mensosialisasikan pada para mahasiswa akan bahaya narkoba dan Semoga Semua Mahasiswa UAD bebas dari Narkoba. Aminnn

HIDUP MAHASISWA!!!!
 
Share